Senin, 13 Agustus 2012

perjalanan cinta


Perkenalan Kami
Pagi ini ku awali hari ku seperti biasanya, akan tetapi perasaan yang berbeda muncul ketika aku bertemu dengan seseorang. Seseorang yang belum aku kenal nama dan latar belakangnya. Tapi entah kenapa perasaan berbeda begitu saja muncul dari dalam hati ini.Aku mulai bertanya kepada temanku Acha.
Cha, kamu kenal gak sama dia ?
Ohh dia ? namanya Ria, dia sekelas dengan aku
Hmm, namanya Ria yah.
Pada percakapan tadi, aku sudah mengetahui namanya. Hingga waktu semakin lama semakin berlalu. Hingga suatu hari saat dia baru saja selesai ikut Les Kimia yang di ajarkan oleh Pak Anas. Aku bertemu dengan dia, aku mulai membuka percakapan.

"Hai..!!" kataku saat memulai pembicaraan
"Hai" dia menjawab dengan singkat
"Ria ada sesuatu yang mau aku katakan, kalo sebenarnya aku sayang sama kamu. Mau nggak kamu jadi pacarku" ucapku di depan temannya yang bernama Fani sambil gugup.
"Aku belum bisa jawab sekarang, beri aku waktu yah" jawabnya lagi

Hingga pada esok paginya, aku langsung pergi kekelasnya untuk menerima jawaban dia, tapi yang kuharapkan hanya lah angan-angan saja. Dia menolakku dengan alasan dilarang sama A. Gerhan. Saat itu aku kecewa dan marah. Langsung saja ku temui A.Gerhan yang sudah ada di depan kelasku.

"Woi, kau Ghe', kenapa mu larang Ria pacaran, Bullshit !!" kataku kepada Ghege dengan nada marah.
"Siapa bilang ku larang ih ?" jawabnya
"Dia ji." "Pergi mo, ku pukul saja kepala mu nanti"  Balasku dengan singkat sambil mendorong Ghege dan menyuruhnya pergi.

Dia pun pergi dan kembali ke dalam kelasnya dengan perasaan menyesal.

Esok harinya, walaupun aku di tolak sama Ria, tetapi aku tetap berusaha untuk mendapatkan cintanya, karna aku pikir hanya dialah perempuan yang membuatku jatuh cinta di SMA Negeri 1 Watampone. Hari-hari semakin berlalu, perasaanku ke Ria tidak berubah, aku terus berusaha agar dapat akrab dengannya. Hingga pada waktu LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) SMA 1 Watampone. Aku duduk di sampingnya sambil mendengan bapak memberikan materi. Tapi entah kenapa, langsung ku beranikan diriku untuk meminta nomer Hpnya. Dia pun memberikannya dan pada saat itu aku serasa hanya mimpi tapi itu semua adalah kenyataan dan malam harinya, kumulai sms-an dengan dia dan dia pun membalasnya. Pada malam itu sms-an kami lancar dan berjalan mulus.


Ulang Tahun Melga

Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu kami sangat akrab. Tapi pada saat ulang tahun teman kami "Melga" dia mulai berubah, dia mulai cuek. Aku tak tau alasannya, tapi ku berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ternyata semua hanya sia-sia. Di saat akan berangkat ke acara ulang tahun Melga, Ria pergi bersama temannya "Rezky Syamsul" atau "Cecy". Di saat tiba di Acara Melga, aku hanya sebagai sampah dimatanya, dia begitu cuek dan mungkin dia menganggapku tidak ada pada saat itu.

Yah mungkin bagi dia itulah yang terbaik, tapi bagi aku ini sangat mengecewakan. Sempat aku menunggu di luar acara Melga, tapi tidak ada satupun sapaan yang diucapkannya sehingga membuat ku makin kecewa. Aku langsung menghidupkan motor dan pergi begitu saja.

Di dalam pikirannku, apakah aku ini pantas buat dia ? apakah semua yang pernah ku lakukan untuk dia hanya sia - sia ? atau apakah aku hanya orang asing bagi dia ?. Aku terus memikirkan hingga tiba di suatu tempat yang begitu sepi. Aku luapkan segala amarah ku dengan teriak sekencang-kencangnya. "Riiaaa, aku sayang sama kamu.. tapi kenapa kamu tidak pernah sadar ? berarti semua perjuanganku hanya sia-sia ? Bullshit....

Kemudian ku mulai menenangkan pikirankan dengan minghisap 2 batang rokok di sakuku. Setelah itu, ku kembali ke sekret Rock n Roll untuk menghibur diri dengan bercerita dengan teman-temanku.

Kelabu menjadi berwarna
Tahun telah berganti dari 2011 menjadi 2012. Aku kemudian kembali akrab dengan Ria, ku mulai semuanya kembali dari awal. Hingga pada suatu saat. Aku diberikan support dari sahabat Ria yaitu Cecy untuk segera menyatakan persaanku ke dia lagi. Cecy yakin kalau Ria akan menerimaku.

Hari-hari berlalu, aku mulai memberanikan diri tapi pada saat yang tepat entah kenapa aku langsung merasa malu dan tidak sanggup untuk menyatakan perasaanku. Jadi pada saat itu aku langsung mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Aku langsung saja menanyakan tentang pelajaran yang akan dipelajarinya besok.

Pada saat pulang sekolah, teman-temanku kecewa karena aku tidak berani menyatakan perasaanku kedia. Tapi aku kemudian menjelaskan kepada mereka . Mereka kemudian tertawa dan kembali memberiku support. Hingga pada saat acara ulang tahun kakak kelas kami yang bernama "Nanda", Aku beranikan diriku untuk menyatakan perasaanku kedia. Dengan support dari teman-temanku dan temannya Ria, akhirnya ku mulai percakapan duluan.

"Ria, ada sesuatu yang mau aku katakan" kataku.
"Iya, apa ?" jawabnya.
"Sebenarnya ku sayangki, mau kii jadi pacarku" tanyaku lagi
"Hmm,, iya" jawabnya.

Pada saat itu aku serasa seperti berada di dunia mimpi. Akhirnya orang yang ku sayang dan kukejar selama hampir 1 tahun dan sempat menolakku satu kali kini menjadi pacarku. Hari demi hari berlalu, aku semakin sayang dengan dia. Ku tanyakan kabarnya, keadaannya, dan masih banyak lagi. Aku selalu perhaian dengan dia.

Hubungan Berakhir

Tapi, hingga pada minggu ke 2 kami pacaran, aku merasa ada yang berbeda dengan Ria. Dia sekarang mulai cuek, entah karena apa. Mungkin dia bosa. Hingga hal yang aku tak inginkan terjadi. Diaselalu mencari alasan apa saja demi menjauh dari aku. Alasannya inilah itulah.

Hingga tepat pada hari ini. Tadi pagi aku marah dengan dia. Karena di saat aku butuh dia, dia tidak pernah ada. Sedangkan kalau dia butuh dan sakit, perhatianku selalu tertuju pada dia. Di saat dia sakit aku sangat perhatian. Tapi, di saat aku luka-luka dia tidak pernah menanyakan keadaanku.

Akhirnya ku ambil keputusan untuk mengakhiri hubungan ini. Dan dia tidak membalas sms ku. Dia kemudian membuat status "Aku bukanlah manusia yang sempurna, aku bukanlah sosok yang terbaik di mata kalian, Aku bukanlah malaikat yang tak memiliki dosa dan kesalahan.. di setiap jalan kau aku pasti pernah berbuat dosa.. maavkanlah aku dengan semua kekuranganku.." Saat membaca statusnya, aku merasa berat hati, tapi di sisi lain aku juga tak ingin merasakan sakit hati yang kesekian kalinya dari dia...

Jadi, janganlah engkau menyia-nyiakan cinta yang tumbuh di hati, karena cinta yang tumbuh di hati itu adalah cinta yang akan abadi selamanya

bidadari terakhir

CATATAN:
TULISAN INI MENJADI TULISAN TERAKHIR YANG DITINGGALKAN DAN MENJADI KENANGAN BAGI YANG MENCINTAI DAN MENGENANGNYA SEBAGAI BIDADARI TERAKHIR


" Karena sekeras apapun aku berpikir tentangmu-hanya ada satu hal yang bisa kupahami bahwa kaulah hal terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini" luthfinaufal
diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK
(info : penulis diminta sendiri loh sama narasumber, jadi kalau di kaskus ada yang sama kisahnya ya karena sumbernya sama :) tapi untuk kepentingan naskah agar mudah dicerna penulis mengubah sedikit saja , selamat membaca...)

Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.
Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “
Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih, gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja… hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan. Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
" inget loe, gua ini bukan orang baik. "
" gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari.."
Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau. Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia. Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.
Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.
***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia. Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget. Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte.. siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe. Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta. Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”
Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.
Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.
Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva. Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”
Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.
“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.
Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi. Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.
“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”
Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.
Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini
Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..



To : My Lovely .....

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping akuselama ini...makasih juga udah mau jadi malaikatpenyelamat untuk ibu aku...Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalinaku,yakin banget makanya aku ngerahasiainini semua...maaf ya?Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin,kamu mau terima aku apa adanya..Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,tapi kamu tetep mau deket ma aku Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di duniaini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuanyang lebih baik dari aku..kamu orang baik,haruspunya pendamping yang baik juga :')Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotorgitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisaruntuh ama yang namanya perempuan.Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada dihati kamu kan?janji?aku akan slalu disampingkamu,aku akan jaga kamu.......Maaf andaislama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*Goodbye.......

Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,

tamat

cintaku di tepi danau


Sore itu aku pergi ke danau bersama Evhy sahabatku sejak SD. Aku sengaja mengajak Evhy ke sana karena ada sesuatu yang mau aku omongin ke dia.
" Vhy.. maafin Luthfi. Luthfi janji.. Luthfi akan kesini lagi didanau ini. Tapi.."
" Tapi apa Luthfi ??" potong Evhy
" Tapi sekarang Luthfi harus pergi.." jawabku dengan berat hati.
" Pergi ? kamu mau kemana ?" tanya Evhy dengan hati sedih.
" Ke London" jawabku pendek
Evhy menundukkan kepalanya. Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya itu. Luthfi sungguh tidak tega meninggalkan sahabat yang disayanginya itu. Sesungguhnya dalam hati Luthfi menganggap Evhy lebih dari seorang sahabat. Sayangnya keadaanlah yang membuat Luthfi enggan mengungkapkan perasaan itu, ketakutannya akan hubungan persahabatan dengan Evhy akan merenggang setelah dia mengungkapkan perasaan itu.
" Tapi Luthfi janji.. Luthfi akan kesini lagi, di danau persahabatan kita" tegas Luthfi.
Ada sedikit harapan di hati Evhy untuk bertemu kembali dengan Luthfi. Tetapi keragu-raguan tetap menyelimuti hati Evhy. Jarak yang jauh akankah membuat Luthfi tetap mengingatnya." Ini aku titip gelang" ujar Luthfi sedari melingkarkan gelang berinisial L di tangan Evhy. " Kamu harus jaga gelang ini. Gelang ini sebagai tanda janji aku untuk kamu, janji yang aku harus tepati nantinya."
Gelang perak berinisial L kini melingkar di tangan Evhy. Tak kuasa Evhy menahan air matanya. Sebagai gantinya Evhy memberikan kalung yang terukir nama EVHY kepada Luthfi.
" Buat Luthfi.. supaya kamu nggak lupa sama aku." kata Evhy memberikan kalungnya kepada Luthfi. Luthfi kemudian memakai dan memegang kalung itu dan memandangi ukiran nama yang menjadi Liontin kalung tersebut.. Kabutpun mulai datang menyelimuti mereka berdua, tidak lama wanita berparas anggun datang menjemput Luthfi.
" Luthfi.. ayo sayang nanti kita ketinggalan pesawat." Teriakan mama Luthfi memecahkan kesunyian.
" Iya mah..." sahutku " Aku pergi.. sampai jumpa saat kita berumur 17 tahun nanti." ujarku lagi untuk terakhir kalinya kepada Evhy. Kabut di Danau semakin bertambah tebal mengiringi kepergian Luthfi. Evhy hanya bisa menangis mengantar kepergian Luthfi ke London. Dan sejak saat itu adalah awal semua perubahan kehidupan Evhy

Hari demi hari dijalani Evhy tanpa kehadiran Luthfi. Tak ada canda ataupun kejailan Luthfi. Evhy selalu datang ke danau awal persahabatannya dengan Luthfi. Di danau itu Evhy mengingat kembali kenangannya saat-saat bersama Luthfi. Semua kenangan diputarnya secara perlahan-lahan agar tidak hilang dari ingatannya, tapi semakin Evhy mengingat kenangan itu semakin sedih hati dan perasaannya. Ingin sekali Evhy cepat-cepat berusia 17 tahun, tak sabar untuk menanti kedatangan Luthfi yang mengalami banyak perubahan.
Tapi sayangnya, kedatangan Luthfi masih 5 tahun lagi dan waktu 5 tahun itu adalah waktu yang sangat lama. Dalam benak Evhy dia bertanya-tanya mungkinkah Luthfi masih mengingatnya ?

Empat tahun telah berlalu, dan sekarang sudah tahun ke lima Luthfi meninggalkan Evhy. Belum ada kabar sama sekali tentang Luthfi. Sampai suatu hari, dimana hari itu adalah hari ulang tahun Evhy yang ke - 17. Evhy sangat sedih, disaat hari istimewanya itu Luthfi tidak berada di sini.
" Lima tahun sudah Lut kamu pergi, dan hari ini adalah hari ulang tahunku. Kapan kamu pulang ?" ujar Evhy memandangi foto dirinya bersama Luthfi saat masih kecil dulu.
Butiran air mata turun dari matanya. Evhy masih setia menunggu sahabatnya itu. Sahabat yang sangat dicintainya, dalam hatinya dia berharap Luthfi bukan sekedar sahabatnya melainkan orang yang memiliki hatinya.
" Vhy.." seru mamanya memecahkan kegundahan hati Evhy.
" Iya mah.." sahut Evhy
" Cepat kesini.., ada surat untukmu." ujar mamanya.
Evhy segera menghapus air matanya dan berlari menghampiri mamanya. Dalam hati dia berkata " semoga surat dari London, semoga surat dari London." Evhy memegang surat itu
Dilihatnya alamat surat itu beserta tulisan dari London. Cepat-cepat pelangi membuka surat itu.

London, 24 Agustus 2012
Untuk
Evhy tersayang

Salam sayang,
Hai Vhy.., mungkin kata-kata itu yang tapat untuk ku ucapkan pertama kali setelah sekian lama aku tak menyapamu. Aku tau kamu pasti marah kepadaku setelah sekian lama aku pergi dan ini surat pertama yang kamu terima. Ohh iya.. sebelumnya, apa kabar ? aku harap kamu disana sehat dan semakin cantik saja. Apa ada laki-laki yang mengisi hatimu ?
Aku minta maaf baru bisa memberimu kabar sekarang. Sebenarnya sudah lama aku ingin membagi kabar pertamaku saat di London. Tapi apa daya, aku ingin memberimu kabar lewat e-mail tapi aku tak tau alamat e-mailmu.
Aku tau Hari ini kamu genap berusia 17 tahun. Mungkin jika kamu disini kamu sudah berulang tahun kemarin. Aku ingin sekali bercerita bayak tentang London. Disini cuacanya sangat bertolak belakang dengan Indonesia, makanannya juga aneh-aneh namanya. Apalagi rasanya, lebih enak masakan mama kamu. Masih banyak yang ingin aku ceritakan padamu. Aku harap kamu masih seceria dulu saat-saat kamu masih bersamaku. Sekian dulu surat dariku, aku akan menemuimu di tempat awal kita bertemu. Sebelumnya aku ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun Evhyku sayang. Semoga kau sehat selalu. Tolong tunggu aku sebentar saja, aku akan kembali padamu.

Orang yang merindukanmu,



( Luthfi )
NB : Masihkah kau jaga gelang dariku ? Aku harap kamu masih memakainya..Jangan hilangkan gelang itu !

Evhy tak kuasa meneteskan air matanya. Meskipun berulang kali Evhy menahannya, air mata itu tetap saja tidak mau berhenti keluar dari matanya. Entah air mata kebahagiaan atau kesedihannya. Yang terpenting Evhy bahagia ternyata Luthfi tidak pernah melupakan dirinya. Tapi satu hal yang membuatnya sedih, kapan Luthfi akan pulang ?

Hari itu Evhy berangkat ke sekolah, kebetulan jarak sekolah cukup jauh. Tapi Evhy tak mengurungkan niatnya naik sepeda ke sekolahannya. Hari itu bertepatan dengan kepulangan Luthfi dari London. Luthfi memang sengaja tidak memberi tau Evhy bahwa hari ini dia akan pulang. Luthfi ingin memberikan kejutan untuk Evhy. Luthfi tiba di bandara tepat pukul 08.30 WITA. Senyumanku mengembang saat kaki untuk pertama kalinya di Indonesia setelah sekian lama aku pergi.
" Aku pulang Evhy.." ujarku sendiri sambil menatap birunya langit pagi itu.
Luthfi akan pulang ke rumah lamanya yang telah sekian lama ia tinggalkan dengan mamanya. Semenjak Luthfi di London rumah itu dihuni oleh neneknya dan 2 pembantu serta seorang satpam. Sebuah mobil kijang merah maroon menjemput Luthfi. Pak Yudhi menenteng koper Luthfi dan langsur berangkat ke rumah lamanya.
" Pak Yudhi mampir ke toko boneka dulu ya.." pinta Luthfi.
" Iya Den, mau beli boneka buat non Evhy ya ?" tanya Pak Yudhi.
" Iya pak..., Evhy tambah canik nggak pak ?"
" Cantik Den, Non Evhy sering lewat naik sepeda ke sekolah" jawab pak Yudhi
Sampai di toko Luthfi segera membeli sebuah boneka berbentuk kelinci berwarna merah muda, yang rencananya akan diberikan kepada Evhy nanti malam.

" Evhy.... kamu sudah mendapat kabar dari Luthfi ?" tanya mamanya
" Sudah mah, tapi Evhy nggak tau kapan Luthfi akan pulang" jawab Evhy. Mamanya mengerutkan dahi karena bingung dengan jawaban Evhy.
"Kok gitu ?"
" Ya Evhy nggak tau ma, ya udah deh Evhy istirahat dulu yah ma."
" Iya udah sana"

Sore menjelang malam Luthfi telah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Evhy. Mulai pakaian, diperhatikannya dari ujung rambut sampai kaki tidak dilewati Luthfi. Neneknya hanya tertawa melihat cucunya yang mendadak fashionable. Akhirnya setelah berjam-jam berdandan, Luthfi berangkat menuju ke rumah Evhy. Luthfi memacu mobil Lotus Elise miliknya dengan kecepatan yang stabil. Senyumnya tak berhenti mengembang saat melihat boneka kelinci yang akan diberikan pada Evhy. Sangking senangnya Luthfi tidak melihat adanya mobil Mazda RX8 dengan arah yang berlawanan dan Luthfi mengalami kecelakaan. Pemilik mobil Mazda itu meninggal sedangkan Luthfi mengalami patah tulang kaki. Selang kejadian tersebut terdengarlah suara serene yang terdengar parau di telinga Luthfi.

Dirumah, Evhy memandangi fotonya bersama Luthfi sewaktu kecil dulu. Senyum tipis muncul di wajah Evhy mengingat kejadian saat kecil dulu. Saat akan meletakkan foto itu kembali, tiba-tiba saja foto itu terjatuh. Evhy kaget bukan main, pikirannya mendadak teringat Luthfi.

Sementara itu Luthfi tersadar telah berada di ruang yang aromanya penuh dengan obat. Didapatinya nenek berada di sampingnya, menangis mencemaskan keadaannya. Disaat itu pula Luthfi ingin bangkit dari ranjang rumah sakit, tapi hal yang tidak di sangka oleh Luthfi akhirnya terjadi. Kaki Luthfi tidak dapat bergerak, dia kaget dan panik bukan main. Seketika itu pula dia melihat kaki kanannya yang telah di amputasi oleh tim medis.
" Luthfi kenapa nek ?" tanya Luthfi dengan lemah
" Kamu kecelakaan saat menuju rumah Evhy." jelas nenek
" Tapi Luthfi harus ke rumah Evhy sekarang juga nek". ujar Luthfi bersih keras ingin ke rumah Evhy.
" Tapi kamu belum bisa jalan nak, kamu belum sembuh betul."
" Tapi.."
" Sudah kamu istirahat dulu." Ucap nenek memotong perkataan Luthfi
Pagi telah datang, Minggu ini adalah saat yang tenang untuk Evhy. Entah kenapa mendadak Evhy ingin pergi ke danau. Sementara itu Luthfi masih terbaring lemah di ranjang. Cahaya matahari masuk melalui celah-celah gorden jendela tempat Luthfi dirawat. Entah kenapa, cahaya matahari itu seperti memberikan kekuatan kepada Luthfi.
" Danau.... aku ingin kesana" ujar Luthfi
Dengan langkah tertatih Luthfi keluar dari kamar inapnya dengan menggunakan tongkat. Luthfi memanggil Taxi untuk mengantarnya ke danau. Jika neneknya tau kalau Luthfi akan pergi ke Danau, neneknya tidak akan mengizinkannya.
Dalam hitungan jam Luthfi sampai di danau. Taxi itu meninggalkan Luthfi yang tertatih menyusuri jalan setepak yang dipenuhi kabut. Luthfi melihat sekeliling danau, sedikit ada perubahan pada jembatan danau itu. Senyumnya kembali terlukis di wajahnya melihat tempat kenangan masa kecilnya bersama Evhy. Tak jauh dari jembatan Luthfi mendapati seorang wanita yang sedang duduk di bangku taman tepi danau. Dalam hati Luthfi menebak-nebak "apakah wanita disana itu Evhy ?". Perlahan-lahan Luthfi mendekati wanita itu. Rambut berwarna hitam kecoklatan kontras dengan kulit wajah putihnya. Wanita itu memakain sweater hijau. Pandangannya menerawang cakrawala.

"Evhy.." panggil Luthfi dengan rasa yang berkecamuk dihatinya.

Wanita itu menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Evhy menengadakan kepalanya ke sosok laki-laki bertubuh atletis yang berdiri di depannya. Wajah laki-laki itu terlihat pucat, matanya melihat Evhy dengat tajam. Luthfi kemudian melihat gelang yang melingkar di pergelangan wanita itu. Hal itu membuat Luthfi semakin yakin bahwa wanita itu adalah  Evhy. Evhy terkejut dengan tingkah laki-laki yang ada dihadapannya.

"Evhy.., kamu benar Evhy ?"ujar Luthfi dengan derai air mata

Evhy semakin heran darimana laki-laki itu tau namanya. Akhirnya Luthfi menunjukkan kalung yang terukir nama Evhy untuk meyakinkannya. Evhy berdiri dari duduknya. Buliran air mata tak terbendung lagi di matanya. Ternyata laki-laki di hadapannya itu adalah Luthfi.

" Ini aku Luthfi, Evhy.." kata Luthfi dengan suara bergetar.

Evhy hanya diam menangis sejadi-jadinya. Sungguh tidak disangka kalau Luthfi benar-benar menepati janjinya. Luthfi kemudian menarik tubuh Evhy kedalam pelukannya. Di danau ini, di tempat ini pertama awal pertemuan dan persahabatan Luthfi dan Evhy. Dan di danau ini pula, Luthfi dan Evhy dipertemukan kembali setelah 5 tahun berpisah.

" Jangan tinggalin aki lagi.. please" ujar Evhy di pelukan Luthfi
" Nggak akan.. I'll stay here for you.. forever". jawab Luthfi " Evhy, aku ingin kita menjalin hubungan yang lebih serius, lebih dari sekedar sahabat. Aku ingin kita menjalin sebuah cinta, karena aku sayang kamu sejak pertama kita bertemu di kelas 6 SD" lanjut Luthfi
" Iya.. aku juga sayang sama kamu Lut.. aku nggak ingin kehilangan kamu lagi untuk ke dua kalinya." balas Evhy dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya.


*NB : Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

sujudku

seorang anak kecil yang memimpikan sebuah rumah yang tampak seperti rumah boneka barbienya , seorang anak kecil yang selalu mengingikan ketika besar kelak ia akan menjadi polisi , dokter, atau guru .

ketika anak perempuan kecil yang berumur 7 tahun mulai bandel, bersepeda , jatuh dari sepeda , dan bermain lumpur. sosok ibu dan ayahnyaa hanya bisa terdiam melihat tingkah anak perempuannya yang mulai keluar rumah dan sudah tidak pernah bermain boneka itu lagi .
ayahnyaa yang penyayang berkata "NAK, KENAPA HANYA MAIN DILUAR, MAIN DIDALAM SAJA", anak yang belum mempunyai pikiran dan perasaan hanya mengiyakan, tetapi tidak mampu mengubah sikapnyaa .

ketika menginjak usia 8 tahun , ayahnyaa di panggil yang maha kuasa , dia hanya bisa terdiam dan bisu menatap jenazah ayahnyaa yang terbujur kaku , jenazahnya tampak tersenyum, terlihat putih .
anak perempuan itu menyesal dengan apa yang dilakukannya selama ayahnya masih hidup , dia sudah tidak mampu lagi mengubah sikapnya, dia tidak mampu lagi mengulang kejadian itu dan mengubahnya , yang ada hanya penyesalan teriring air mata .
air mata itu menetes, sampai 3 hari kematian ayahnya .
tidak ada nafsu makan, tidak ada lagi senyuman, tidak ada lagi waktu untuk keluar rumah yang ada hanya tetesan air mata , mengingat ayahnya .

sakit yang ia rasakan , ia hanya bisa menyalahkan tuhan , "TUHAN MENGAPA INI TERJADI PADAKU", "APA SALAHKU", "MENGAPA ENGKAU TAK MEMBERIKU WAKTU UNTUK MEMBUATNYA BAHAGIA", yang ada hanya kata tanya yang terus menggeliat di pikirannya.

anak perempuan itu serta keluaraga kecilnyaa memutuskan meninggalkan kota yang menurutnya hanya akan mengingat kembali masa-masa saat ayahnya masih hidup, mereka memutuskan hijrah ke kota lain.

waktu terus bergulir , tatkala anak itu mulai kembali bersekolah di kota yang lain, anak itu mendapat perlakuan kurang menyenangkan semasa SD, ia merasa sendirian , tidak ada yang mau berteman dengannya , dia hanya mampu memikirkan bagaimana dia akan melanjutkan bersekolah tanpa ayah ?
biasanya ayahnya yang membantunyaa mengerjakan tugas , saat ayahnyaa pergii dia hanya mampu mengandalkan usahanyaa sendiri , melihat orang lain teman sekelasnyaa di bantu oleh ayahnyaa mengerjakan tugas , hatinya menangis , tapii ia mampu menyembunyikan perasaannya .
dia mencoba bangkit dengan usahanya sendiri , akhirnyaa dia mampu berprestasi dalam kelas selama SD .
setiap tahun ia berdoa semogaa saat penerimaan rapor ayahnya datang dan memeluknyaa ketika anak itu mendapat prestsi di kelasnya, tapi itu hanya impian belaka , dia hanya bisa menatap foto ayahnyaa yang satu-satunya ia miliki .

saat memasuki bangku SMP, ia mendaftar sendiri ke bangku SMP yang ia sukai, tidak ada bantuan dari orang lain, yang ada hanya usahanyaa , alhamdulillah , selama SMP dia selalu menjadi anak yang berprestasi.
tapii setiap tahun ituu juga dia selalu berdoa yang sama kepada tuhan "TUHAN HARI INI AKU PENERIMAAN RAPOR, BIARKAN AYAHKU IKUT BERSAMAKU TUHAN".
doa itu pun tidak mungkin terjawab.

ketika memasuki bangku SMA , dia hanya bisa sujud kepada Tuhan, dan berdoa "TUHAN TAHUN DEMI TAHUN KULALUI , TAPI DOAKU TIDAK PERNAH TERKABUL, BUKANNYA AKU MENYERAH ATAU PUTUS ASA , AKU HANYA MEMINTA SEMOGA UJIAN INI DAPAT MEMBUATKU SUKSES DAN MEMBAHAGIAKAN SATU-SATUNYA ORANGTUAKU YANG ADA DI DUNIA INI"

my father

dia memang hanya lelaki biasa , bagi orang lain , tapi bagikuu dialah hidupkuu .  dari kecil , ayah mendidikku dengan penuh kasih sayang , selama ini mama jugaa seperti itu tapi dulu saat mama bekerja d salah satu bank nasional , semuanya serba sibuk dan yang mendampingikuu adalah ayahkuu , dia yang mengajarkanku berbicara, bersepeda, menulis, menggambar dan membaca . dia yang mejemputku di sekolah, yang membuatkanku makanan, yang meninabobokanku, yang mengangkatku saat terjatuh dari sepeda, yang membangunkanku untuk shalat.
 aku belum tersadar kalau akulah orang yang paling beruntung di dunia ini, memiliki seorang ayah yang tidak ada duanya, seorang lelaki yang mampu mendidik anak perempuan , mengajarinya untuk tidak nakal dan berani berbuat sesuatu yang akan membuatnyaa tersenyum.
papakuu orang yang menjagaku jauh darii semua bahaya, menggendongkuu saat sakit , dan menjadi panutanku.

ayahh , ingin sekali ku memutar waktu untuk berterima kasih padamu , walaupun hanya 1 menit saja.
ku tidak ingin ayah menangis lagi karena kebandelanku, karena ulahku, karena sikapkuu . engkau telah membuat dan menanamkan sifat ini padaku , aku tida pernah menyesal , akuu bahagia, papa :D di dampingi oleh ayah .

sampai tiba saat itu saat ku berumur 8 tahun , ayah mengalami kecelakaan motor tunggal . diaa dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan tidak sadarkan diri, tiga hari berlalu ternyata Tuhan memanggil papaku .seseorang yang membangun watak, karakter, dan diriku .saat ituu akuu jatuhh , seperti sudah tidak ada kehidupan lagii , aku hanya bisa terdiam dan berkata dalam hati "KENAPA HARUS HARI INI TUHAN KAU MENGAMBIL AYAHKU" , "KENAPA AKU TIDAK DIBERI KESEMPATAN YANG SAMA DENGAN ORANG LAIN", KENAPA AKU HIDUP SEPERTI INI", tapi yang ada hanya kebisuaan, aku hanya bisa menyalahkan dirikuu sendiri. beliau pergi dan aku belum sempat berkata apa-apa.
penyesalanku bertambah ketika aku tahu papaku mempersiapkan masa depanku jauh-jauh hari.
dia menitipkan sebuah surat ke saudaranya yang bertuliskan

"NAK, INI TABUNGAN MASA DEPAN UNTUKMU".
rasanyaa ingin menangis melihat pengorbanannya selama aku kecil .

aku sedih ketika melihat orang lain , keluar bersama ayahnyaa , hatiku seperti ingin menangis, ku sangat cemburu dengan hal itu , maafkan aku tuhan , tapi aku tidak sanggup melihat hal ituu , saat orang lain mencium tangan ayahnya saat masuk sekolah, aku juga ingin seperti itu , akuu ingin seperti mereka . Saat Seorang anak duduk disamping ayahnyaa, aku juga ingin seperti mereka, saat seorang anak dibonceng oleh ayahnyaa dan anak itu memeluk ayahnya, aku juga ingin Tuhan :(, tapi apaa daya engkau berkehendak lain . Tuhan ku ingin sekali bertemu dgnnya walau dalam mimpi .


ayahkuu tercintaa , sudah 10 tahun engkau pergi tapi sampai sekarang akuu sepertinyaa  belum bisa berhenti menangis, akuu sepertinyaaa belum bisaa mengikhlaskanmuuu ayah .


Tuhan , izinkanlah aku memeluknya .izinkanlah akuuu melihatnyaa tersenyum .ringankanlahhh pundaknyaa untuk menggendongkuu kembalii , zinkan aku membahagiakannya Tuhan seperti yang beliau lakukan untukku , akuuu rindu dengan beliau ,Tuhan .