seorang anak kecil yang memimpikan sebuah rumah yang tampak seperti
rumah boneka barbienya , seorang anak kecil yang selalu mengingikan
ketika besar kelak ia akan menjadi polisi , dokter, atau guru .
ketika
anak perempuan kecil yang berumur 7 tahun mulai bandel, bersepeda ,
jatuh dari sepeda , dan bermain lumpur. sosok ibu dan ayahnyaa hanya
bisa terdiam melihat tingkah anak perempuannya yang mulai keluar rumah
dan sudah tidak pernah bermain boneka itu lagi .
ayahnyaa yang
penyayang berkata "NAK, KENAPA HANYA MAIN DILUAR, MAIN DIDALAM SAJA",
anak yang belum mempunyai pikiran dan perasaan hanya mengiyakan, tetapi
tidak mampu mengubah sikapnyaa .
ketika menginjak usia 8 tahun ,
ayahnyaa di panggil yang maha kuasa , dia hanya bisa terdiam dan bisu
menatap jenazah ayahnyaa yang terbujur kaku , jenazahnya tampak
tersenyum, terlihat putih .
anak perempuan itu menyesal dengan apa
yang dilakukannya selama ayahnya masih hidup , dia sudah tidak mampu
lagi mengubah sikapnya, dia tidak mampu lagi mengulang kejadian itu dan
mengubahnya , yang ada hanya penyesalan teriring air mata .
air mata itu menetes, sampai 3 hari kematian ayahnya .
tidak
ada nafsu makan, tidak ada lagi senyuman, tidak ada lagi waktu untuk
keluar rumah yang ada hanya tetesan air mata , mengingat ayahnya .
sakit
yang ia rasakan , ia hanya bisa menyalahkan tuhan , "TUHAN MENGAPA INI
TERJADI PADAKU", "APA SALAHKU", "MENGAPA ENGKAU TAK MEMBERIKU WAKTU
UNTUK MEMBUATNYA BAHAGIA", yang ada hanya kata tanya yang terus
menggeliat di pikirannya.
anak perempuan itu serta keluaraga
kecilnyaa memutuskan meninggalkan kota yang menurutnya hanya akan
mengingat kembali masa-masa saat ayahnya masih hidup, mereka memutuskan
hijrah ke kota lain.
waktu terus bergulir , tatkala anak itu
mulai kembali bersekolah di kota yang lain, anak itu mendapat perlakuan
kurang menyenangkan semasa SD, ia merasa sendirian , tidak ada yang mau
berteman dengannya , dia hanya mampu memikirkan bagaimana dia akan
melanjutkan bersekolah tanpa ayah ?
biasanya ayahnya yang
membantunyaa mengerjakan tugas , saat ayahnyaa pergii dia hanya mampu
mengandalkan usahanyaa sendiri , melihat orang lain teman sekelasnyaa di
bantu oleh ayahnyaa mengerjakan tugas , hatinya menangis , tapii ia
mampu menyembunyikan perasaannya .
dia mencoba bangkit dengan usahanya sendiri , akhirnyaa dia mampu berprestasi dalam kelas selama SD .
setiap
tahun ia berdoa semogaa saat penerimaan rapor ayahnya datang dan
memeluknyaa ketika anak itu mendapat prestsi di kelasnya, tapi itu hanya
impian belaka , dia hanya bisa menatap foto ayahnyaa yang satu-satunya
ia miliki .
saat memasuki bangku SMP, ia mendaftar sendiri ke
bangku SMP yang ia sukai, tidak ada bantuan dari orang lain, yang ada
hanya usahanyaa , alhamdulillah , selama SMP dia selalu menjadi anak
yang berprestasi.
tapii setiap tahun ituu juga dia selalu berdoa yang
sama kepada tuhan "TUHAN HARI INI AKU PENERIMAAN RAPOR, BIARKAN AYAHKU
IKUT BERSAMAKU TUHAN".
doa itu pun tidak mungkin terjawab.
ketika
memasuki bangku SMA , dia hanya bisa sujud kepada Tuhan, dan berdoa
"TUHAN TAHUN DEMI TAHUN KULALUI , TAPI DOAKU TIDAK PERNAH TERKABUL,
BUKANNYA AKU MENYERAH ATAU PUTUS ASA , AKU HANYA MEMINTA SEMOGA UJIAN
INI DAPAT MEMBUATKU SUKSES DAN MEMBAHAGIAKAN SATU-SATUNYA ORANGTUAKU
YANG ADA DI DUNIA INI"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar