Senin, 13 Agustus 2012

perjalanan cinta


Perkenalan Kami
Pagi ini ku awali hari ku seperti biasanya, akan tetapi perasaan yang berbeda muncul ketika aku bertemu dengan seseorang. Seseorang yang belum aku kenal nama dan latar belakangnya. Tapi entah kenapa perasaan berbeda begitu saja muncul dari dalam hati ini.Aku mulai bertanya kepada temanku Acha.
Cha, kamu kenal gak sama dia ?
Ohh dia ? namanya Ria, dia sekelas dengan aku
Hmm, namanya Ria yah.
Pada percakapan tadi, aku sudah mengetahui namanya. Hingga waktu semakin lama semakin berlalu. Hingga suatu hari saat dia baru saja selesai ikut Les Kimia yang di ajarkan oleh Pak Anas. Aku bertemu dengan dia, aku mulai membuka percakapan.

"Hai..!!" kataku saat memulai pembicaraan
"Hai" dia menjawab dengan singkat
"Ria ada sesuatu yang mau aku katakan, kalo sebenarnya aku sayang sama kamu. Mau nggak kamu jadi pacarku" ucapku di depan temannya yang bernama Fani sambil gugup.
"Aku belum bisa jawab sekarang, beri aku waktu yah" jawabnya lagi

Hingga pada esok paginya, aku langsung pergi kekelasnya untuk menerima jawaban dia, tapi yang kuharapkan hanya lah angan-angan saja. Dia menolakku dengan alasan dilarang sama A. Gerhan. Saat itu aku kecewa dan marah. Langsung saja ku temui A.Gerhan yang sudah ada di depan kelasku.

"Woi, kau Ghe', kenapa mu larang Ria pacaran, Bullshit !!" kataku kepada Ghege dengan nada marah.
"Siapa bilang ku larang ih ?" jawabnya
"Dia ji." "Pergi mo, ku pukul saja kepala mu nanti"  Balasku dengan singkat sambil mendorong Ghege dan menyuruhnya pergi.

Dia pun pergi dan kembali ke dalam kelasnya dengan perasaan menyesal.

Esok harinya, walaupun aku di tolak sama Ria, tetapi aku tetap berusaha untuk mendapatkan cintanya, karna aku pikir hanya dialah perempuan yang membuatku jatuh cinta di SMA Negeri 1 Watampone. Hari-hari semakin berlalu, perasaanku ke Ria tidak berubah, aku terus berusaha agar dapat akrab dengannya. Hingga pada waktu LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) SMA 1 Watampone. Aku duduk di sampingnya sambil mendengan bapak memberikan materi. Tapi entah kenapa, langsung ku beranikan diriku untuk meminta nomer Hpnya. Dia pun memberikannya dan pada saat itu aku serasa hanya mimpi tapi itu semua adalah kenyataan dan malam harinya, kumulai sms-an dengan dia dan dia pun membalasnya. Pada malam itu sms-an kami lancar dan berjalan mulus.


Ulang Tahun Melga

Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu kami sangat akrab. Tapi pada saat ulang tahun teman kami "Melga" dia mulai berubah, dia mulai cuek. Aku tak tau alasannya, tapi ku berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ternyata semua hanya sia-sia. Di saat akan berangkat ke acara ulang tahun Melga, Ria pergi bersama temannya "Rezky Syamsul" atau "Cecy". Di saat tiba di Acara Melga, aku hanya sebagai sampah dimatanya, dia begitu cuek dan mungkin dia menganggapku tidak ada pada saat itu.

Yah mungkin bagi dia itulah yang terbaik, tapi bagi aku ini sangat mengecewakan. Sempat aku menunggu di luar acara Melga, tapi tidak ada satupun sapaan yang diucapkannya sehingga membuat ku makin kecewa. Aku langsung menghidupkan motor dan pergi begitu saja.

Di dalam pikirannku, apakah aku ini pantas buat dia ? apakah semua yang pernah ku lakukan untuk dia hanya sia - sia ? atau apakah aku hanya orang asing bagi dia ?. Aku terus memikirkan hingga tiba di suatu tempat yang begitu sepi. Aku luapkan segala amarah ku dengan teriak sekencang-kencangnya. "Riiaaa, aku sayang sama kamu.. tapi kenapa kamu tidak pernah sadar ? berarti semua perjuanganku hanya sia-sia ? Bullshit....

Kemudian ku mulai menenangkan pikirankan dengan minghisap 2 batang rokok di sakuku. Setelah itu, ku kembali ke sekret Rock n Roll untuk menghibur diri dengan bercerita dengan teman-temanku.

Kelabu menjadi berwarna
Tahun telah berganti dari 2011 menjadi 2012. Aku kemudian kembali akrab dengan Ria, ku mulai semuanya kembali dari awal. Hingga pada suatu saat. Aku diberikan support dari sahabat Ria yaitu Cecy untuk segera menyatakan persaanku ke dia lagi. Cecy yakin kalau Ria akan menerimaku.

Hari-hari berlalu, aku mulai memberanikan diri tapi pada saat yang tepat entah kenapa aku langsung merasa malu dan tidak sanggup untuk menyatakan perasaanku. Jadi pada saat itu aku langsung mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Aku langsung saja menanyakan tentang pelajaran yang akan dipelajarinya besok.

Pada saat pulang sekolah, teman-temanku kecewa karena aku tidak berani menyatakan perasaanku kedia. Tapi aku kemudian menjelaskan kepada mereka . Mereka kemudian tertawa dan kembali memberiku support. Hingga pada saat acara ulang tahun kakak kelas kami yang bernama "Nanda", Aku beranikan diriku untuk menyatakan perasaanku kedia. Dengan support dari teman-temanku dan temannya Ria, akhirnya ku mulai percakapan duluan.

"Ria, ada sesuatu yang mau aku katakan" kataku.
"Iya, apa ?" jawabnya.
"Sebenarnya ku sayangki, mau kii jadi pacarku" tanyaku lagi
"Hmm,, iya" jawabnya.

Pada saat itu aku serasa seperti berada di dunia mimpi. Akhirnya orang yang ku sayang dan kukejar selama hampir 1 tahun dan sempat menolakku satu kali kini menjadi pacarku. Hari demi hari berlalu, aku semakin sayang dengan dia. Ku tanyakan kabarnya, keadaannya, dan masih banyak lagi. Aku selalu perhaian dengan dia.

Hubungan Berakhir

Tapi, hingga pada minggu ke 2 kami pacaran, aku merasa ada yang berbeda dengan Ria. Dia sekarang mulai cuek, entah karena apa. Mungkin dia bosa. Hingga hal yang aku tak inginkan terjadi. Diaselalu mencari alasan apa saja demi menjauh dari aku. Alasannya inilah itulah.

Hingga tepat pada hari ini. Tadi pagi aku marah dengan dia. Karena di saat aku butuh dia, dia tidak pernah ada. Sedangkan kalau dia butuh dan sakit, perhatianku selalu tertuju pada dia. Di saat dia sakit aku sangat perhatian. Tapi, di saat aku luka-luka dia tidak pernah menanyakan keadaanku.

Akhirnya ku ambil keputusan untuk mengakhiri hubungan ini. Dan dia tidak membalas sms ku. Dia kemudian membuat status "Aku bukanlah manusia yang sempurna, aku bukanlah sosok yang terbaik di mata kalian, Aku bukanlah malaikat yang tak memiliki dosa dan kesalahan.. di setiap jalan kau aku pasti pernah berbuat dosa.. maavkanlah aku dengan semua kekuranganku.." Saat membaca statusnya, aku merasa berat hati, tapi di sisi lain aku juga tak ingin merasakan sakit hati yang kesekian kalinya dari dia...

Jadi, janganlah engkau menyia-nyiakan cinta yang tumbuh di hati, karena cinta yang tumbuh di hati itu adalah cinta yang akan abadi selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar